Benarkah Hidup di Akherat lebih panjang Dari pada Di Dunia??


Musibah yang Allah berikan kepada kita menyebabkan dosa-dosa kita berguguran kesalahan kita dihapus walaupun kita tidak bertaubat dari kesalahan itu tidak minta ampun tidak beristighfar atas kesalahan itu tapi dengan musibah tadi, otomatis dosa ini berguguran. Sebagaimana sabda Rasul
shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim,beliau
bersabda: لا يصيب المسلم من نصب
laa yushiibu al muslima min nashbin ولا وصب wa laa washbin ولا همّ wa hammin ولا حزن wa laa huznin ولا أذىwa laa adzan ولا غمّwa laa ghommin ولا الشوكة يشاكهاwa laa syaukata yasyaakuha إلا كفّر الله بها من خطاياهilla kaffarallahu bihaa min khaathaayahu Kata Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam:

 Tidak ada sesuatupun yang menimpa seorang muslim baik itu kelelahan, maupun kepenatan maupun keresahan maupun kesedihan maupun kegelisahan bahkan sampai umpanyanya ada sepotong duri yang menggores kepada kulitnya, seluruh yang teralami oleh orang mukmin berupa hal-hal tadi maka menyebabkan Allah azza wa jalla akan menghapus dosa-dosa dan kesalahan orang itu. Hidup kita di dunia ini sementara. Semua kita akan meninggal dunia. Allah berfirman كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ 

 "Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian" كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ kullu nafsin dzaa-iqotul mauti ثُمَّ إِلَیۡنَا تُرۡجَعُونَ tsumma ilainaa turja'uun Tidak ada di dunia ini manusia yang kekal إِنَّكَ مَیِّتࣱ وَإِنَّهُم مَّیِّتُونَ (الزمر : ٣٠) innaka mayyitun wa innahum mayyituuna "Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati dan mereka pun semua akan meninggal dunia.

" Semua manusia akan merasakan kematian. Dan kemudian kita akan menghadapi kehidupan yang lebih panjang daripada kehidupan dunia. وَجَاۤءَتۡ سَكۡرَةُ ٱلۡمَوۡتِ بِٱلۡحَقِّۖ ذَ ٰ⁠لِكَ مَا كُنتَ مِنۡهُ تَحِیدُ (ق : ١٩) Dunia dibandingkan dengan akhirat sangat sedikit sekali أَرَضِیتُم بِٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا مِنَ ٱلۡـَٔاخِرَةِۚ فَمَا مَتَـٰعُ ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ إِلَّا قَلِیلٌ (التوبة : ٣٨) Allah berfirman وَإِنَّ یَوۡمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلۡفِ سَنَةࣲ مِّمَّا تَعُدُّونَ (الحج : ٤٧) 

 "Sesungguhnya satu hari di sisi Rabbmu sama dengan seribu tahun yang kalian hitung." Satu hari 24 jam, misalnya. Kalau 24 jam itu di sisi Allah, sama dengan 1000 tahunnya kita.

 Berarti kalau umur kita 60 tahu, berapa jam di sisi Allah? Hanya 1,5 jam (hanya) 1,5 jam kita hidup Apakah untuk mempertahankan 1,5 jam lalu kita gadaikan kehidupan yang tak terhingga? Di mana akal manusia??? وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا لَعِبࣱ وَلَهۡوࣱۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡـَٔاخِرَةُ خَیۡرࣱ لِّلَّذِینَ یَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ (الأنعام : ٣٢) 

Rasulullah ﷺ telah memberi kita bimbingan-bimbingan agar kita wafat di atas husnul khotimah. Ini yang kita pikirkan. Yang kita pikirkan bersama adalah bagaimana saya wafat di atas husnul khotimah. Sehingga dalam kehidupan akhirat saya mendapatkan kebahagiaan یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ (آل عمران : ١٠٢) 

Lalu bagaimana kita bisa wafat di atas husnul khotimah?

 Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ibnu Abbas, يَا غُلاَمُ اِحفَظِ اللّٰهَ يَحفَظكَ يَا غُلاَمُ اِحفَظِ اللّٰهَ تَجِدهُ تُجَاهَكَ 
 Wahai Anak, Jagalah Allah! niscaya Allah akan menjagamu. Wahai Anak, jagalah Allah! niscaya engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu. "Jagalah Allah" artinya adalah jaga batasan-batasan Allah, jaga perintah-perintah Allah, jaga larangan-larangan Allah, يَحفَظكَ niscaya Allah akan menjagamu
 إِنَّ ٱلَّذِینَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَیۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ تَتَنَزَّلُ عَلَیۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحۡزَنُوا۟ وَأَبۡشِرُوا۟ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِی كُنتُمۡ تُوعَدُونَ (فصلت : ٣٠)

0 Response to "Benarkah Hidup di Akherat lebih panjang Dari pada Di Dunia??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel